Menu

11 Resiko dan Kelemahan Investasi Properti yang Patut Diwaspadai

Desember 28, 2017 | Properti

Resiko dan Kelemahan Investasi Properti

– Anda yang baru masuk berinvestasi di sektor properti pasti masih awam dengan kelemahan investasi properti. Banyak orang yang tergiur masuk berinvestasi di sektor properti karena potensi keuntungan yang akan didapatkan.  Mulai dari potensi naiknya nilai properti di masa depan sampai potensi pendapatan sewa, jika properti tersebut disewakan kepada orang lain.

Padahal sebagai seorang investor, Anda diwajibkan untuk memahami dengan baik potensi kelemahan dan kerugian investasi properti yang dilakukan. Hal ini penting dilakukan karena setiap jenis investasi selalu ada resiko dan kelemahan yang harus diperhatikan.

Jika Anda baru akan memulai untuk berinvestasi di sektor properti, kali ini kami akan membahas beberapa kelemahan dan resiko investasi properti yang perlu diketahui.

Apa saja?

Berikut pembahasannya lebih lanjut :

1. Kelemahan Investasi Properti : Membutuhkan Modal Besar

Hal yang tidak bisa disangkal adalah investasi di sektor properti membutuhkan dukungan dana dan modal yang sangat besar. Persiapkankan dana untuk mendapat properti yang berpotensi mengalami kenaikan harga lebih tinggi di masa depan. Hal ini berbeda dengan jenis investasi yang lainnya yang bisa dimulai dengan modal rendah dan bisa dicicil lebih cepat.

2. Resiko Investasi Properti : Salah Pilih Lokasi

Jika Anda memiliki keinginan untuk mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga properti dan pendapatan sewa, maka faktor lokasi sangat krusial untuk Anda pertimbangkan. Orang-orang tidak akan tertarik melihat properti yang Anda miliki, jika lokasinya sangat jauh dan tidak strategis. Oleh karena itu sangat penting bagi Anda untuk memahami lokasi yang strategis sebelum mulai berinvestasi di sektor properti.

Perhatikan jenis properti yang akan dibangun apakah berupa ruko, perkantoran ataupun perumahan. Sesuaikan dengan area, apakah memang area perkebunan, perindustrian, perkantoran dan sebagainya. Hal yang perlu diperhatikan lainnya adalah akses jalan, jarak ke pusat kesehatan, ataupun ke pusat perbelanjaan atau hiburan.

3. Resiko Investasi Properti : Kualitas Properti Akan Menurun

Kualitas properti dapat dipastikan akan terus menurun dari tahun ke tahun seiring dengan berjalannya waktu. Jika Anda ingin membeli sebuah properti sangat penting untuk mempertimbangkan kualitas material yang ada. Kualitas bahan bangunan yang

Risiko-kelemahan-Investasi-properti

tidak memenuhi standar berpotensi mengalami kerusakan lebih cepat.

Properti merupakan liabilitas yang cukup besar, jadi pastikan sumber income cukup untuk mendanai liabilitas nya. Perawatan teratur dan renovasi membutuhkan dana yang tidak sedikit.

4. Kelemahan Investasi Properti : Adanya Biaya Transaksi 

Saat berkeinginan untuk membeli properti, Anda tidak hanya disibukkan dengan harga jual dan beli saja. Ada beberapa biaya yang cukup besar dan perlu Anda perhatikan saat ingin memiliki properti. Biaya tersebut meliputi biaya notaris, biaya mengurus izin, dan lain sebagainya. Anda juga berpotensi membayar jasa lebih untuk pihak ketiga dalam memasarkan atau mencari properti.

5. Kelemahan Investasi Properti : Termasuk Investasi Jangka Panjang

Properti termasuk investasi dalam jangka panjang, dimana Anda baru bisa mendapatkan keuntungan dari naiknya harga properti dalam jangka waktu 1 tahun ke atas. Selain itu, investasi di sektor properti tidak likuid, jika dibandingkan dengan jenis investasi yang lain.

Paling tidak Anda membutuhkan waktu sekitar 5 tahun agar bisa mendapatkan keuntungan dari naiknya nilai properti. Anda juga membutuhkan waktu dan proses yang cukup panjang untuk bisa menjual properti yang dimiliki. Ingat untuk membagi uang anda ke investasi yang lebih liquid agar ketika sewaktu waktu anda butuh dana tidak bingung dan mencairkan properti anda dengan harga murah.

6. Resiko Investasi Properti : Status Tanah dan Bangunan

Status tanah dan bangunan yang sengketa merupakan pilihan investasi yang sangat fatal untuk Anda lakukan. Akan ada pengeluaran biaya yang besar dan pengadilan yang perlu Anda persiapkan. Penting bagi Anda untuk memastikan bahwa properti yang dibeli telah sesuai dengan aturan dan perizinan yang berlaku. Jangan mudah tergiur membeli properti hanya karena harganya yang murah, tetapi ada sengketa didalamnya.

Persiapkan dengan matang sebelum Anda akan masuk dan mulai berinvestasi di sektor properti. Sebab, dana yang Anda keluarkan sangat besar dan tidak sedikit. Salah satu persiapan adalah jika anda ragu dengan status tanah, anda dapat bekerja sama dengan notaris untuk memastikan tanah itu tidak dalam sengketa.

7. Kelemahan Investasi Properti : Ada Beban Biaya Pengembangan

Anda harus bisa memastikan properti yang dimiliki dalam keadaan baik agar hasil yang didapatkan meningkat terus menerus. Agar kondisi bangunan terus baik di masa depan, maka Anda perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk merawat properti yang dimiliki. Tidak sampai disitu anda perlu juga meningkatkan kualitas properti yang akan anda sewakan demi bersaing dengan orang lain. Sehingga selain untuk biaya perawatan rutin, anda akan mengeluarkan biaya untuk mengembangkan investasi ini

8. Butuh Waktu Lama untuk Membeli Properti

Agar bisa membeli properti yang sesuai dengan keinginan, Anda tidak bisa menentukan dan membeli dalam waktu yang singkat. Anda membutuhkan waktu dalam hitungan minggu dan bulan agar bisa mendapatkan properti yang sesuai dengan keinginan. Hal inilah yang membuat properti memiliki sifat yang tidak likuid atau tidak mudah dicairkan dalam bentuk uang tunai.

Lamanya waktu yang diperlukan untuk mendapatkan properti dikarenakan ada beberapa faktor yang perlu Anda pertimbangkan dengan baik sebelum membelinya. Faktor lokasi, kemudahan akses, sarana prasarana, fasilitas publik, dan lain sebagainya. Sangat tidak menguntungkan jika Anda membeli properti yang jauh dari fasilitas publik dan sarana transportasi. Jadi bagi anda yang tidak sabaran, perlu memperhatikan poin ini.

9. Resiko Investasi Properti : Pengetahuan yang Terbatas Berkaitan Dengan Properti

Arti dari pengetahuan yang terbatas dikarenakan properti memiliki sifat lokal di suatu tempat. Contoh sederhananya seperti ini, harga rumah di Jakarta tentu berbeda dengan rumah yang ada di Malang. Hal ini dikarenakan adanya faktor perbedaan lokasi diantara kedua lokasi properti tersebut, meskipun luas tanah dan bangunannya sama.

Seorang investor harus jeli melihat lokasi properti yang diincar dan melakukan survei harga sebelum memutuskan untuk membeli properti yang diinginkan. Jika anda sudah membaca tulisan ini dengan seksama anda sudah menginvestasikan waktu anda untuk ilmu. Jadi hal tersebut suatu start awal yang baik dari sisi ilmu pengetahuan.

10. Kelemahan Investasi Properti : Investasi Properti karena Penyusutan Bangunan

Jika Anda berinvestasi properti dengan basis bangunan, maka ada potensi penurunan nilai dari tahun ke tahun. Bangunan memiliki umur dan hal ini sangat berbeda jika Anda berinvestasi pada tanah. Hal ini dikarenakan tanah akan terus mengalami kenaikan harga akibat kelangkaan dan jumlah yang terbatas.

Sebuah bangunan seperti rumah, ruko, gedung, dan lain sebagainya biasanya memiliki umur sekitar 20, 30, sampai 40 tahun. Umur bangunan sangat tergantung dari kualitas bahan yang digunakan dan kekuatan bangunan itu sendiri.

Penting untuk menggunakan bahan bangunan yang berkualitas baik agar properti yang Anda miliki dapat berumur lebih panjang di masa depan.

11. Resiko Investasi Properti : Hancur Akibat Bencana Alam

Investasi properti memiliki fisik yang bisa dilihat, sehingga properti memiliki resiko hancur akibat berbagai peristiwa yang tidak terduga. Peristiwa seperti gempa, tanah longsor, tsunami, dan kebakaran menjadi hal yang penting Anda perhatikan saat berinvestasi properti.

Resiko di atas bisa diatasi dengan cara mengalihkannya kepada pihak lain yaitu dengan menggunakan asuransi. Saat bencana terjadi dan menimpa properti yang Anda miliki, maka Anda bisa meminta pertanggungan dari pihak asuransi. Hal yang perlu Anda lakukan adalah membayar sejumlah premi kepada pihak asuransi.

Cara lain yang bisa Anda lakukan untuk menghindari properti terkena dampak bencana alam adalah memilih properti yang aman. Pilih properti yang tidak berdekatan dengan pantai, gunung berapi, dataran tinggi agar bisa terhindar dari berbagai resiko yang telah kami sampaikan di atas.

Sebenarnya setiap jenis investasi memiliki potensi kerugian dan kelemahannya masing-masing. Hal yang perlu Anda lakukan adalah memahami potensi resiko dan mengelola resiko tersebut dengan bijak. Dengan mengelola resiko dengan baik, maka potensi kerugian yang didapatkan bisa diminimalisir.

Itulah beberapa kelemahan dan Risiko investasi properti yang perlu Anda perhatikan dan pertimbangkan dengan baik sebelum masuk dan mulai berinvestasi. Semoga apa yang kami sampaikan di atas bisa bermanfaat untuk Anda semua dan menjadi pedoman sebelum memulai berinvestasi di sektor properti.

Semoga menginspirasi! Pelajari dahulu tulisan kami tentang sektor properti lainnya di sini 

Related For 11 Resiko dan Kelemahan Investasi Properti yang Patut Diwaspadai