Menu

5 Risiko Investasi Saham

Desember 23, 2017 | Saham

Risiko Investasi Saham 

Pasar modal tidak hanya menawarkan keuntungan investasi yang sangat menggiurkan, tetapi ada risiko investasi saham yang perlu Anda perhatikan disini. Risiko investasi saham sangatlah tinggi dan hal ini berbanding lurus dengan potensi keuntungan yang akan Anda dapatkan.

Setiap risiko investasi harus Anda hadapi sebagai seorang investor dan mengelolanya dengan cerdas agar mampu meminimalisir kemungkinan kerugian dari investasi yang dilakukan.

Agar memahami dengan baik risiko saham, kali ini kami akan membahas 5 risiko yang perlu Anda hadapi saat akan masuk ke dalam pasar saham.

Apa saja?

Berikut ini penjelasannya lebih lanjut.

 1. Risiko Saham : Capital Loss

Capital Loss merupakan kerugian yang Anda dapatkan dari perbedaan harga jual saham dan harga beli saham. Dalam kondisi seperti ini artinya Anda menjual saham lebih rendah dari harga pembelian awal.

Di dalam investasi saham, setiap investor tidak selalu mendapatkan Capital Gain atas saham yang mereka jual. Suatu saat seorang investor pasti mengalami Capital Loss yaitu menjual saham dengan harga yang lebih rendah dari harga belinya.

Contoh sederhana seperti ini, seorang investor membeli saham di perusahaan ABC dengan harga per lembar saham Rp 5.000. Setelah ia membeli, ternyata harga saham perusahaan ABC mengalami penurunan menjadi Rp 4.500 per lembar saham. Investor yang khawatir harga saham terus menurun akan menjual saham yang dimiliki dan saat itu terjadi ia mengalami Capital Loss sebesar Rp 500 per lembar saham.

2. Risiko Saham : Tidak Mendapatkan Dividen

Seorang investor saham sangat bergantung dengan kinerja perusahaan untuk mendapatkan keuntungan investasi.  Perusahaan hanya membagikan dividen saat perusahaan menghasilkan keuntungan. Artinya jika perusahaan mengalami kerugian, seorang investor tidak akan mendapatkan pembagian dividen.

Selain karena keuntungan yang didapatkan, dividen juga dibagikan berdasakan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Apabila mayoritas pemegang saham tidak menyetujui pembagian dividen karena beberapa pertimbangan. Pemegang saham tidak akan mendapatkan pembagian dividen meskipun perusahaan membukukan keuntungan. Pertimbangan biasanya dikarenakan perusahaan ingin melakukan ekspansi perusahaan. Hal ini biasa terjadi pada perusahaan yang sedang berkembang.

3. Risiko Saham : Suspend

Suspend dapat terjadi ketika suatu saham diberhentikan perdagangannya oleh otoritas bursa efek. Saat ini terjadi, investor tidak bisa menjual sahamnya sampai status suspend tersebut dicabut oleh otoritas bursa efek.

Jangka waktu suspend sangatlah bervariasi, seringkali hanya berlangsung sangat singkat yaitu 1 hari perdagangan saja. Namun, tidak menutup kemungkinan bisa berlangsung selama beberapa hari pedagangan.

Lalu, apa yang membuat saham perusahaan mendapatkan status suspend?

Ada beberapa faktor yaitu saat harga saham perusahaan mengalami lonjakan atau penurunan yang luar biasa dalam waktu yang singkat. Perusahaan tersebut dipailitkan oleh kreditor atau saat perusahaan tidak memberikan laporan keuangan sampai batas waktu yang telah ditentukan. Transaksi gelap atau sedang terkena kasus hukum juga dapat menyebabkan hal ini terjadi.

4. Risiko Saham : Delisting Saham

Delisting adalah istilah yang merujuk pada saham perusahaan yang dikeluarkan dari pencatatan bursa efek. Perusahaan dikeluarkan dari bursa efek dikarenakan kinerja perusahaan yang buruk, sebagai contohnya tidak pernah diperdagangkan dalam waktu tertentu, terus menerus mengalami kerugian selama beberapa tahun, dan lain sebagainya.

Saat ini terjadi, maka investor tidak lagi memiliki saham pada perusahaan yang dikeluarkan dari bursa efek. Perusahaan akan melakukan go private dan perusahaan tersebut akan melakukan pembelian kembali setiap saham yang dimiliki atau istilahnya buy back.

5. Risiko Saham : Kebangkrutan dan Likuidasi

Perusahaan bisa dinyatakan bangkrut melalui keputusan pengadilan dan saat ini terjadi setiap pemegang saham akan merasakan kerugiannya.

Bursa efek memiliki aturan dalam pencatatan saham perusahaan, dimana pemegang saham mendapatkan prioritas terakhir saat kebangkrutan terjadi. Perusahaan harus terlebih dahulu melunasi kewajibannya kepada kreditur dan pemegang obligasi.

Apabila masih terdapat sisa dari hasil penjualan kekayaan perusahaan, maka sisa tersebut akan dibagikan kepada pemegang saham secara propersional.

Bagaimana jika tida ada sisa kekayaan yang dimiliki perusahaan? Pemegang saham tidak akan mendapatkan apa-apa.

Hal inilah yang menjadi sebuah risiko besar dari pemegang saham. Oleh karena itu, setiap pemegang saham harus selalu mengikuti perkembangan perusahaan dari waktu ke waktu.

Dapatkan informasi bagaimana cara mengelola risiko investasi saham di sini. Atau baca artikel kami yang lain :

Related For 5 Risiko Investasi Saham