Menu

8 Risiko yang Perlu Diwaspadai dari Investasi Reksadana

Desember 19, 2017 | Reksadana

Risiko investasi reksadana ?

bukannya reksadana aman? Sebelum membahas reksadana perlu diketahui bahwa mengacu pada Undang-Undang Pasar Modal nomor 8 tahun 1995, pasal 1 ayat (27) Reksa Dana memiliki definisi sebagai wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek yang dikelola oleh Manajer Investasi.

Bahasa mudahnya kita mempercayakan uang kita kepada seseorang ( Manajer Investasi ) untuk diatur pengeleloaannya. Jadi kita tidak mengintervensi dan mempercayakan kemana uang kita ditanam, bisa ke pasar uang, obligasi, ataupun saham.

Masalahnya sekarang apakah ada seseorang yang berani menjamin anda pasti untung? Tentunya tidak. Maka dari itu ada beberapa risiko yang harus anda ketahui sebelum terjun bebas ke dunia investasi khususnya reksadana.

Risiko-investasi-reksadana

1. Risiko investasi reksadana : Keuntungan yang Tidak Dijamin

Hal pertama yang perlu Anda pahami adalah berinvestasi dalam reksadana memiliki risiko tidak adanya pembagian deviden, keuntungan, dan juga kenaikan modal yang Anda investasikan. Jadi keuntungan anda mengikuti keuntungan Nilai Aktiva Bersih suatu Manajer Investasi. Ketika naik tentu return yang didapat meningkat, begitupun sebaliknya. Tetapi naik turun NAB tidak terlalu agresif karena diversifikasi risiko yang dilakukan Manajer Investasi cukup baik.

2. Risiko investasi reksadana : Risiko Pasar Modal

Seperti yang telah kami jelaskan sebelumnya bahwa reksadana merupakan kumpulan dana yang diinvestasikan pada berbagai instrumen investasi. Salah satu instrumen investasi yang menjadi portofolio investasi dalam reksadana adalah saham.

Dengan demikian sangatlah wajar jika reksadana memiliki risiko terkait dengan kondisi pasar seperti perkembangan ekonomi nasional, kebijakan pemerintah, kondisi politik, pergerakan suku bunga, sentimen dari investor, dan faktor lain seperti perang serta bencana alam.

3. Risiko investasi reksadana : Risiko Efek

Ada cukup banyak risiko yang bisa terjadi di setiap efek. Salah satu contohnya adalah adanya kemungkinan default perusahaan penerbit pada pembayaran kupon dan pokok obligasi.

Selain dari saham Manajer investasi mengelola uang pemodal dengan menanamkan uang nya pada obligasi juga. Jadi risiko perusahaan yang pailit juga menjadi resiko anda. Ingat obligasi adalah surat utang, orang berutang ada yang mampu bayar ada yang tidak. Disini lah letak kepiawaian seorang Manajer Investor apakah mampu membaca mana Obligasi yang memiliki grade pengembalian baik atau tidak.

4. Risiko investasi reksadana : Risiko Likuiditas

Risiko likuiditas merupakan kemudahan sebuah efek untuk bisa dijual ke pasar. Menanam modal tidak hanya bisa 1 bulan saja, anda memiliki perjanjian kapan reksadana anda bisa dicairkan. Karena jika dana anda diinvestasikan ke surat hutang atau obligasi memilki kurun waktu jatuh temponya. Sebaiknya merencanakan sejak awal apa tujuan investasi ini dan kapan hasil investasi akan digunakan. pilihan bisa satu tahun, dua tahun, tiga tahun, ataupun lima tahun.

5. Risiko investasi reksadana : Risiko Inflasi

Risiko dari inflasi terjadi saat adanya potensi kerugian karena daya beli investasi yang lebih rendah dari kenaikan rata-rata harga konsumsi. Saat ini inflasi negara kita masih stabil, tetapi tetap negara kita pernah terkena inflasi yg cukup tinggi di tahun 1998 dan 2008. Inflasi ini dipengaruhi oleh iklim ekonomi global, daya beli dalam negri, dan kemajuan sektor ekonomi dalam negri. karena tidak selamanya inflasi yang rendah merupakan hal yang baik. Inflasi yang rendah menandakan daya beli masyarakat melemah, jadi negara akan mengeluarkan kebijakan agar meningkatkan daya beli yang berimbas pada kenaikan inflasi.

6. Risiko investasi reksadana : Adanya Risiko Pembiayaan yang Berasal Dari Pinjaman

Cukup banyak investor yang berinvestasi ke reksadana melalui dana pinjaman dan bukan berasal dari dananya pribadi. Jika hal ini terjadi, maka ada beberapa kemungkinan dari investasi yang Anda lakukan.

Pertama, adanya peningkatan kemungkinan untung dan rugi yang akan didapatkan. Apabila nilai investasi turun pada tingkat tertentu, seorang investor bisa saja diminta untuk menambah agunan atau mengurangi jumlah pinjaman yang ada. Risiko yang selanjutnya adalah biaya pinjaman bisa bervariasi dari waktu ke waktu tergantung dengan pergerakan suku bunga.

Beberapa risiko di atas menunjukkan bahwa saat Anda akan berinvestasi dari dana pinjaman sangat penting untuk mempertimbangkan risiko yang akan didapatkan.

7. Risiko investasi reksadana : Risiko Ketidakpatuhan

Risiko yang satu ini berhubungan dengan risiko atas reksadana dan keuntungan yang akan didapatkan oleh investor. Risiko seperti ini bisa saja muncul karena ketidaksesuaian terhadap hukum, aturan, peraturan, etika dari seorang Manajer Investasi. Ini biasanya terjadi pada suatu penyedia atau agen Manajer Investasi yang kredibilitasnya rendah. Beberapa tahun lalu ada berita tentang seorang Manajer Investasi yang melarikan dana nasabahnya. Dan tentu hal ini tidak ingin terjadi pada anda bukan? sebaiknya cermat memilih manajer investasi yang memiliki riwayat yang sehat.

8. Risiko investasi reksadana : Risiko Manajer Investasi

Hal yang perlu Anda pahami adalah setiap kinerja reksadana akan sangat bergantung terhadap pengalaman, pengetahuan, keahlian, dan teknik yang diterapkan oleh seorang Manajer Investasi. Jika seorang Manajer investasi memiliki kelemahan pada salah satu faktor di atas, maka tentu hal ini akan mempengaruhi kinerja reksadana,

Setiap investasi yang Anda lakukan pasti memiliki risiko yang harus diperhatikan. Baik berinvestasi pada saham, obligasi, properti, dan reksadana. Semua jenis investasi tersebut memiliki risiko yang patut Anda pertimbangkan dengan baik sebelum masuk kedalamnya.

Mempertimbangkan risiko investasi membuat Anda paham dengan baik setiap kemungkinan terburuk yang bisa Anda dapatkan dari investasi yang dilakukan.

Berdasarkan penjelasan di atas dapat diketahui bahwa risiko berinvestasi di reksadana tidak begitu besar dibandingkan dengan risiko yang akan didapatkan dari investasi saham. Meskipun demikian, Anda tetap harus mewaspadai setiap kemungkinan kerugian yang akan diterima.

Semoga pembahasan yang telah disampaikan di atas bisa menambah pengetahuan Anda semua dalam kaitannya dengan risiko investasi reksadana.

Semoga menginspirasi!

Baca juga artikel kami lainnya :

Related For 8 Risiko yang Perlu Diwaspadai dari Investasi Reksadana