Menu

Mengenal Warren Buffet : Daftar Saham Warren Buffet

Februari 16, 2018 | News

sukses warren buffet

Mengenal Warren Buffet Ketika Merintis Bisnis di Bursa Saham

Hampir semua orang di dunia mengenal Warren Buffet terutama para pengusaha yang berkecimpung dalam dunia bisnis stock market. Warren pernah menjadi orang terkaya di dunia tahun 2008 dengan total kekayaan sebesar 62 milyar dolar dan berhasil menggantikan posisi Bill Gates. Pria berkacamata dan rambut putih ini adalah pemilik saham terbesar perusahaan Berkshire Hathaway yang membawahi beberapa perusahaan.

Kisah Hidup Warren Buffet Sebelum Terjun di Pasar Bursa

Masa Kecil Warren Buffet

Warren Edward Buffet lahir pada tanggal 30 Agustus 1930 di kota Omaha, Nebraska, Amerika Serikat dan orang tuanya bernama Howard dan Leila Buffet. Ayahnya salah satu anggota parlemen AS dari Partai Republik dan memiliki perusahaan broker saham. Maka tidak heran jika usaha jual beli di Wall Street sudah terbersit di otaknya sejak kecil dan Warren memang menunjukkan minatnya dalam dunia bisnis ini karena sering menulis harga saham di papan informasi ayahnya.

Pada tanggal 17 Oktober 1941, ayahnya mengajak Warren kecil berkunjung ke gedung New York Stock Exchange sebagai pasar bursa terbesar di dunia. Saat itu, dia yang baru berusia 11 tahun memutuskan untuk membeli saham pertamanya sebanyak 6 lembar seharga $38,25 dan berbagi dengan kakaknya.

Kemudian saham tersebut dijual dengan harga $40 dan mendapatkan sedikit keuntungan, namun dia kecewa karena harganya naik terus hingga $200 perlembar. Hal ini memberikan pengalaman berharga bahwa investasi jangka pendek, sulit menghasilkan keuntungan besar.

Selain itu, dia juga bekerja sebagai pengantar koran dan menjual bola golf bekas serta berdagang coca cola agar bisa menabung. Tiga tahun kemudian saat lulus SMA, dia sudah berhasil mengumpulkan uang sebesar $5000 untuk digunakan sebagai modal. Namun ayahnya menyuruhnya melanjutkan kuliah dan uang tersebut dibelikan sawah lalu dikontrakkan.

Masa Kuliah di Colombia

Dia memilih kuliah di Columbia University karena di sana ada Ben Graham sebagai dosen idolanya yang menyandang gelar profesor dalam bidang teori nilai investasi. Sang dosen bisa menangkap bahwa Warren memiliki passion yang sangat besar dalam mata kuliahnya sehingga guru dan murid ini sering berdialog. Hal ini membuat Ben Graham bisa mengenal Warren Buffet lebih dekat dan menjadikannya sebagai sahabat.

Setelah lulus kuliah pada 1951, dia menjadi dosen dan mengajar di University of Nebraska dengan mata kuliah Prinsip Investasi. Setahun kemudian, dia menikah dengan sorang wanita bernama Susie dan tinggal di sebuah apartemen. Pertengahan 1954, Ben Graham mengajak bekerja di kantornya dan dia menyetujui pekerjaan tersebut.

Dua tahun kemudian, dia pulang ke kampung halamannya dan membuka bisnis kemitraan dengan beberapa investor dari pihak keluarga dan teman. Pertama kali perusahaan tersebut berjalan dengan dana investasi sebesar $105.000. Kisah hidup Warren Buffet sebagai investor handal dimulai dari bisnis kemitraan dengan orang-orang di sekitarnya.

Strategi Saham Warren Buffet agar Mendapat Keuntungan Berlipat Ganda

Bisnis kemitraan yang dijalankannya dari rumah berkembang pesat dan  tahun 1961 sudah memiliki 7 perusahaan kemitraan di bawah Buffet Partnership Ltd. Selain itu, dia juga berhasil mengumpulkan dana investasi sebesar 1 juta dolar pertama kalinya dalam menjalankan bisnis keluarga. Kemudian dana tersebut digunakan untuk berinvestasi pada perusahaan Dempster Mill Manufacturing.

Selanjutnya dia menyewa kantor di Kiewitt Plaza dan menjual saham Dempster dengan keuntungan bersih $2.3 juta. Kemudian dana tersebut dialokasikan untuk membeli semua saham  perusahaan tekstil Berkshire Hartaway dengan harga $7,60 per lembar.

Berani Mengambil Risiko

Pada awal 1964, perusahaan kartu kredit American Express mengalami masalah skandal penipuan dan harga sahamnya turun drastis hingga $35 per lembar. Saat itu, banyak kalangan investor yang vacum pada market American Express, namun Buffet dengan percaya diri berani mengambil resiko membeli aset perusahaan kartu kredit tersebut. Setahun kemudian, dia juga berinvestasi di perusahaan film kartun Walt Disney diimbangi dengan pertumbuhan Buffet Partnership yang terus meroket.

Pada tahun 1967, harga saham American Express mengalami kenaikan 4 kali lipat dengan harga $180 perlembar. Kesempatan emas  ini tidak di sia-siakanya untuk melepaskan aset tersebut dan perusahannya meraup keuntungan sebesar $20 juta. Hal ini terjadi dalam waktu 3 tahun sebagai kesuksesan terbesar dan semakin banyak kalangan investor yang mengenal Warren Buffet serta berani mempercayakan investasi kepadanya.

Total dana investasi yang dikembangkan Buffet Partnership mencapai $65 juta dan aset kekayaan pribadi Buffet sebesar $10 juta. Kemudian dia memulai investasi lagi dengan membeli aset asuransi National Indemnity senilai $8,6 juta. Pada akhir 1968 merupakan masa keemasan bisnis kemitraannya dengan meraih keuntungan sekitar $40 juta dan total dana investasi perusahaan mencapai $104 juta.

Menutup Perusahaan Kemitraan dan Merintis Bisnis Sendiri

Pada tahun 1969, Warren menutup perusahaan kemitraannya Buffet Partnership dan menjual aset-asetnya, hanya meninggalkan satu aset Berkshire Hathaway. Aset ini adalah satu-satunya yang belum bisa memberikan keuntungan besar bagi Buffet dan terdapat kekayaan pribadinya sebesar $25 juta.

Sekitar tahun 1971, dia menanamkan investasi sebesar $25 juta kepada perusahaan permen See’s Candies dan menjadi program investasi terbesar pertama yang dilakoninya. Setahun kemudian, dia tidak bergeming pada bursa efek karena tidak ada harga saham murah yang potensial untuk dibeli. Tahun berikutnya dia membeli 18.600 lembar saham Washington Post dengan harga $27. Kemudian harganya turun $23 dan dia membeli lagi 40.000 lembar dan menjadi pemilik eksternal terbesar Washington Post.

Jatuh dan Bangkit kembali

Tahun 1974 menjadi mimpi buruk bagi perusahaan Buffet karena harga saham Berkshire anjlok drastis dari $80 menjadi $40. Hal ini membuat dia harus melakukan manuver dengan menggabungkan Berkshire dengan perusahaan Diversified dan Charlie Munger sebagai pemiliknya berhak mendapatkan aset Berkshire sebesar 2% sekaligus menduduki posisi vice chairman.

Selang 2 tahun, Berkshire membeli saham perusahaan asuransi Geico dengan harga $2 dan terus menguntitnya hingga 1994 sampai akhirnya berhasil mengambil alih perusahaan tersebut. Tahun 1977, harga saham Berkshire meroket hingga mencapa $132 perlembar dan kekayaannya meningkat sampai $70 juta. Dua tahun kemudian, harganya semakin memuncak pada angka $290 dan kekayaannya semakin menumpuk hingga $140 juta.

Daftar saham Warren buffet

Di tahun 1983, nilai aset Berkshire mencapai $1,3 milyar dan sahamnya mulai dijual pada bursa efek dengan harga $775 perlembar. Beberapa bulan kemudian, harga sahamnya semakin tinggi sebesar $1.310 perlembar dan kekayaannya mencapai $620 juta. Hal ini membuat namanya memasuki deretan pengusaha terkaya di dunia versi majalah Forbes dan masyarakat dunia mulai mengenal Warren Buffet.

Kemudian  dia berhasil mengambil alih pabrik mebel Nebraska Furniture dengan harga $60 juta dan menjadi salah satu keputusan investasi terbaik yang pernah dilakukan. Lalu tahun 1985 menjadi saat terbaik bagi dirinya dan bisa bernafas lega karena bisa menutup pabrik tekstil Berkshire.  Pabrik tekstil ini telah membelenggunya  selama 29 tahun dan saat itu harga saham Berkshire mencapai $2.600 perlembar.

Badai besar terjadi pada tahun 1987 karena pasar bursa AS mengalami kolaps dan harga saham Berkshire masih bertahan pada nominal $4.230. Namun hal ini hanya bertahan 1 minggu dan tanggal 19 Oktober harganya terjun menjadi $3.170 yang membuat Buffet mengalami kerugian sampai $342 juta.

Setahun kemudian, dia mengucurkan dana sebesar $1.02 miliar untuk membeli 7% aset perusahaan Coca Cola. Tahun 1989 menjadi masa panen bagi Buffet karena harga saham Berkshire melonjak 2 kali lipat dari $4800 menjadi $8000 dan kekayaannya mencapai $3,8 miliar. Selanjutnya dia juga membeli  asset bank Wells Fargo sebesar 10% untuk menambah daftar saham Warren Buffet.

Perusahaan Berkshire mengalami on fire karena  pada 1992, harga sahamnya semakin memuncak hingga $10.000 perlembar. Situasi ini menjadikannya sebagai invesor terkaya di Amerika Serikat dan pertengahan 1996, harga sahamnya mencapa angka $36.000.

Diakhiri oleh Krisis

Tragedi 11 September 2001 WTC merupakan pukulan besar bagi perusahaan asuransi di bawah Berkshire dan sedikit menggoyangkan kerajaan bisnis Buffet. Tahun 2006, Buffet mengumumkan kepada para pemegang saham untuk mencari calon yang bisa menggantikan posisinya. Selain itu, dia juga akan mendonasikan kekayaannya sebesar 85% untuk kegiatan amal.

Saat terjadi krisis ekonomi global tahun 2008, Buffet melakukan tour ke beberapa negara Eropa untuk mencari perusahaan yang mau dijual. Tentu saja semakin banyak daftar nama para pengusaha Eropa yang mengenal Warren Buffet lebih dekat. Setahun kemudian, Buffet mengalami kerugian sebesar $5 miliar karena pasar bursa jatuh dan harga aset Berkshire turun sampai 50%.

Pola pikir Buffet mulai berubah pada pertengahan 2011 dan dia mulai melirik sektor internet dan teknologi yang selalu dihindarinya. Hal ini terlihat ketika di membeli perusahaan komputer IBM dan juga saham Intel dengan pertimbangan karena harganya sedang murah dan sangat potensial di masa depan.

Baca Juga Artikel Kami yang Lainnya :

Related For Mengenal Warren Buffet : Daftar Saham Warren Buffet