Menu

Panduan Lengkap Tentang Pengertian dan Cara Memilih Investasi Reksadana

Februari 2, 2018 | Reksadana

Mengenal Apa Itu Investasi Reksadana dan Cara Memilih Reksadana yang Tepat

Caramudahinvestasi.com – Sebagai seorang yang rutin menerima gaji setiap bulan sudah seharusnya Anda mampu menyisihkan sebagai dari pendapatan untuk disimpan. Salah satu cara cerdas untuk menyimpan uang adalah dengan menginvestasikannya ke instrumen investasi yang menguntungkan. Reksadana bisa menjadi pilihan yang tepat untuk berinvestasi bagi para pemula yang baru memulai.

Reksadana sangat cocok menjadi instrumen investasi untuk para pemula dikarenakan bisa Anda mulai dengan modal yang sangat minim. Selain itu ada Manajer Investasi yang akan mengelola investasi yang Anda miliki, sehingga Anda tidak perlu repot memikirkan dan mengamati berbagai pergerakan pasar yang ada.

Pengertian Reksadana secara sederhana adalah suatu tempat untuk menghimpun dana dari para investor. Dana yang telah terkumpul ini nantinya akan dikelola oleh Manajer Investasi untuk diinvestasikan. Manajer Investasi akan meracik instrumen investasi untuk Anda dan dana akan ditempatkan di Saham, Obligasi, Deposito, dan lain sebagainya.

Salah satu yang menjadi kelebihan dari Reksadana adalah adanya diversifikasi investasi yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Sebagai contoh sederhana adalah Reksadana Saham yang akan ditanamkan tidak hanya para 1 jenis saham saja, melainkan ke beberapa saham yang ada di bursa efek.

Diversifikasi investasi yang dilakukan bisa meminimalisir potensi kerugian yang bisa Anda dapatkan dikemudian hari.

Pada pembahasan kali ini kami akan membahas secara lengkap pengertian reksadana, cara memilih reksadana, jenis-jenis reksadana, dan panduan penting lainnya untuk Anda semua.

Selamat membaca.

Apa itu reksadana

Cara Memilih Investasi Reksadana

1. Anda Perlu Menentukan Tujuan Investasi

Sebelum menginvestasikan dana ke reksadana, maka Anda perlu memahami dengan baik apa tujuan Anda melakukan investasi. Tujuan investasi bisa ditentukan berdasarkan jangka waktu, profil resiko yang Anda miliki, dan tujuan keuangan Anda di masa depan. Sebagai contohnya seperti ini, Anda memiliki tujuan untuk mempersiapkan dana pernikahan dalam jangka waktu 3 tahun kedepan. Maka instrumen yang cocok untuk Anda gunakan adalah Reksadana Pendapatan Tetap yang bisa memberikan hasil yang optimal dengan jangka waktu di atas.

Contoh di atas sangat berbeda jika Anda ingin berinvestasi untuk dana pendidikan anak yang akan diambil sekitar 10-15 tahun yang akan datang. Jadi, tujuan keuangan perlu Anda pikirkan sebelum berinvestasi di reksadana. Hal-hal tersebut wajib dicermati untuk memilih investasi pada Reksadana.

2. Pahami Dengan Baik Diri Anda Sendiri/ Profil Resiko

Memahami dengan baik diri Anda sendiri merupakan salah satu kunci sukses berinvestasi. Masing-masing orang tentu memiliki profil resiko yang berbeda-beda. Ada tipe orang yang memiliki profil resiko yang agresif dan cenderung berani mengambil investasi dengan tingkat resiko yang sangat tinggi dan potensi imbal hasil yang tinggi. Investor dengan tipe seperti ini berani mengambil resiko kehilangan uang dalam jumlah yang besar untuk mendapatkan hasil yang tinggi.

Ada juga tipe investor yang cenderung konservatif dan tidak terlalu berani mengambi resiko investasi yang ada. Oleh sebab itu, Anda perlu memahami dengan baik profil resiko yang Anda miliki sebelum mulai melakukan investasi.

3. Tetapkan Berapa Lama Anda Akan Berinvestasi

Investasi Reksadana memiliki jangka waktu yang berbeda satu dengan yang lainnya. Ada investasi yang dilakukan dalam jangka pendek yang kurang dari 1 tahun, ada yang 1-3 tahun, bahkan ada yang berinvestasi untuk 5 tahun ke atas.

Jika Anda ingin berinvestasi di reksadana dalam jangka waktu kurang dari 1 tahun, maka reksadana pasar uang merupakan pilihan yang sangat tepat untuk dilakukan. Reksadana pasar uang memiliki resiko yang rendah dan cenderung stabil dalam jangka pendek.

Sedangkan jangka waktu 1-3 tahun bisa Anda tempatkan pada instrumen reksadana pendapatan tetap. Sedangkan investasi di atas 5 tahun bisa Anda tempatkan pada reksadana saham yang lebih agresif dan bisa memberikan imbal hasil yang optimal dalam jangka panjang.

4. Temukan Manajer Investasi yang Terpercaya

Manajer Investasi merupakan pihak yang akan mengelola dana investasi yang anda miliki, Mereka inilah yang nantinya akan meracik jenis instrumen yang akan ditempatkan didalam reksadana yang Anda miliki.

Manajer Investasi yang baik akan mengelola reksadana dengan melakukan analisa keuangan dan pasar secara komprehensif. Mereka akan melakukan proses investasi secara terstruktur dan bisa dipertanggungjawabkan.

5. Cari Informasi Sebanyak-banyaknya Berkaitan Dengan Investasi yang Anda Lakukan

Agar bisa mengetahui hal ini, maka Anda perlu membaca informasi di prospektus reksadana. Prospektus Reksadana akan memberikan informasi berkaitan dengan siapa yang mengelola dana, informasi tentang produk secara detail, dan informasi lainnya yang perlu Anda ketahui sebagai investor. Informasi mengenai reksadana juga bisa anda dapatkan pada koran-koran bisnis yang terbit setiap hari.

Informasi tersebut diharapkan bisa membantu Anda mengambil keputusan apakah produk tersebut telah sesuai dengan apa yang Anda harapkan.

6. Ketahui Setiap Biaya yang Perlu Dikeluarkan

Hal yang perlu Anda ketahui selanjutnya adalah saat berinvestasi di reksadana ada biaya yang perlu Anda keluarkan sebagai seorang investor. Biaya yang akan dikenakan tersebut meliputi biaya pembelian unit penyertaan (Subscription Fee), biaya penjualan kembali (Redemption Fee), dan biaya pengalihan Unit Penyertaan (Switching Fee).

Biaya pembelian akan dikenakan kepada para investor saat Anda melakukan pembelian unit penyertaan reksadana. Biaya penjualan kembali akan dikenakan saat Anda akan menjual kembali unit penyertaan yang telah dibeli. Sedangkan biaya pengalihan akan dikenakan saat Anda akan mengalihkan reksadana ke reksadana yang lainnya. Biaya-biaya yang telah disebutkan di atas tidak sama antara satu Agen Penjual Reksadana dengan yang lainnya. Hal yang perlu Anda pastikan adalah biaya di atas tidak melampaui biaya yang sudah tertulis di prospektus.

7. Dimana Akan Membeli Reksadana?

Jika semua langkah di atas sudah dilakukan, maka saatnya Anda untuk menentukan dimana Anda akan melakukan pembelian reksadana. Hal paling penting yang perlu diperhatikan adalah Anda perlu memilih perusahaan Manajer Investasi yang telah berpengalaman dan memilikk rekam jejak yang bisa dipecaya. Penyedia reksadana yang baik adalah yang terdaftar resmi dan dibawah pengawasan OJK. Bank-bank dalam negri kita juga cukup banyak yang menawarkan investasi reksadana.

Investasi Properti

Pahami Dengan Baik Berbagai Jenis Reksadana yang Ada

Jenis reksadana telah kita bahas secara ringkas pada pembahasan yang sebelumnya. Nah, kali ini kami akan menjelaskan secara mendalam apa saja jenis reksadana yang bisa Anda beli untuk berinvesasi.

Ada beberapa jenis reksadana yang bisa Anda investasikan yaitu Reksadana Saham, Reksadana Pendapatan Tetap, Reksadana Campuran, dan Reksadana Pasar Uang.

1. Reksadana Pasar Uang

Jika Anda berinvestasi di reksadana pasar uang, maka sebagian besar dana akan ditempatkan oleh Manejer Investasi pada Deposito, Sertifikat Bank Indonesia (SBI), dan Obligasi. Reksadana Para Uang sangat cocok dimanfaatkan oleh investor yang memiliki jangka waktu investasi sekitar 1 tahun dan memiliki profil resiko yang konservatif.  Potensi resiko dari jenis reksadana ini sangat rendah dan imbal hasil yang didapatkan juga rendah.

2. Reksadana Pendapatan Tetap

Reksadana Pendapatan Tetap memiliki potensi keuntungan yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan reksadana pasar uang. Sebagai besar dana akan dialokasikan ke Obligasi atau Sukuk minimal 80 persen. Anda yang memiliki tujuan keuangan sekitar 1-3 tahun sangat cocok untuk berinvestasi di instrumen yang satu ini.

3. Reksadana Campuran

Reksadana campuran dinamakan demikian karena instrumen keuangan yang digunakan sebagai investasi meliputi saham, obligasi, deposito, yang nilainya 50:50 tergantung pada kebijakan yang dikeluarkan oleh Manajer Investasi. Reksadana campuran memiliki potensi keuntungan yang lebih besar jikan dibandingkan dengan reksadana pendapatan tetap. Namun yang perlu Anda perhatikan adalah jangka waktu investasi untuk jenis reksadana ini sekitar 3 sampai 5 tahun.

4. Reksadana Saham

Reksadana Saham memiliki kebijakan untuk menempatkan mayoritas instrumen ke pasar modal atau saham. Biasanya Manajer Investasi akan menempatkan sekitar 80 persen dana kelolaan ke instrumen saham. Reksadana saham memiliki potensi keuntungan yang paling besar jika dibandingkan dengan jenis reksadana yang lain.

Bagi Anda yang tertarik untuk berinvestasi pada instrumen ini, kami sangat menyarankan Anda untuk melakukan investasi pada jangka waktu lebih dari 5 tahun.

5. Reksadana Terproteksi

Jenis reksadana ini akan menempatkan sebagian dana ke dalam instrumen obligasi yang bisa memberikan perlindungan atas nilai investasi pada saat jatuh tempo. Jika Anda mencairkan reksadana terproteksi pada jangka waktu yang telah ditentukan, maka reksadana terproteksi akan memberikan perlindungan 100 persen dari nilai pokok investasi.

Risiko saham

Berniat Membeli Reksadana? Ini 3 Langkah yang Perlu Dilakukan

1. Pilihlah Reksadana yang Akan Dibeli

Tahukah Anda bahwa ada lebih dari 500 produk reksadana yang dijual dan ditawarkan di Indonesia. Agar Anda bisa mengetahui dengan baik informasi penting tentang reksadana yang akan dibeli, maka Anda bisa membaca prospektus reksadana yang disediakan oleh Manajer Investasi. Jika Anda tidak terlalu suka membaca informasi yang panjang, maka Anda bisa mendapatkan informasi tentang reksadana melalui ringkasan informasi yang disajikan pada Fund Fact Sheet.

Biasanya Manajer Investasi akan menerbitkan informasi ini setiap bulan. Informasi yang disajikan pada Fund Fact Sheet berkaitan dengan laporan kinerja bulanan dan ringkasan informasi penting seperti strategi investasi, tujuan investasi komposisi porofolio, dan minimal dana investasi.

Jangan terburu-buru melakukan pembelian produk reksadana, Anda perlu meluangkan waktu sebentar untuk mempelajari dengan baik berbagai kebijakan, resiko investasi, dan rekam jejak yang dimiliki Manajer Investasi.

2. Datang Ke Tempat Membeli Reksadana

Jika Anda sudah menentukan jenis reksadana yang akan dibeli, maka langkah selanjutnya adalah membeli langsung reksadana dari Manajer Investasi. Selain membeli langsung ke Manajer Investasi, Anda bisa juga datang dan membeli melalui Agen Penjual di Bank. Cari tahu dimana alamat untuk membeli reksadana tersebut dan kemudian Anda tinggal datang dan mulai membuka rekening investasi.

3. Membeli Reksadana yang Anda Minati

Saat Anda membeli reksadana melalui Manajer Investasi, maka Anda perlu melakukan transfer uang ke rekening reksadana yang bersangkutan. Jika Anda sudah selesai melakukan transfer, maka Anda perlu mengirimkan bukti transfer ke Manajer Investasi untuk diproses lebih lanjut.

Hal yang perlu Anda ingat adalah rekening untuk melakukan penyetoran haruslah atas nama Reksadana tersebut dan bukan atas nama pribadi atau perusahaan.

Selain cari di atas, sebenarnya Anda bisa melakukan pembelian reksadana melalui platform Fintech yang menyediakan jasa sebagai Agen Penjual Reksadana (APERD). Anda bisa membeli reksadana tanpa perlu mendatangi secara langsung Manajer Investasi atau Agen Penjual di kantor. Anda hanya perlu menyiapkan informasi pribadi dan dokumen yang akan di-upload seperti NPWP dan KTP. Bareksa merupakan salah satu contoh Agen Penjual Reksadana yang bisa Anda manfaatkan untuk membeli reksadana melalui online.

4. Konsisten Membeli Reksadana

Setelah melalui tahapan yang telah kami sampaikan di atas, maka langkah selanjutnya adalah melakukan pembelian reksadana secara konsisten dan terus mengikuti perkembangannya. Setelah melakukan pembelian pertama, Anda perlu melakukan pembelian selanjutnya secara konsisten dan berkelanjutan. Melakukan pembelian secara konsisten bertujuan agar hasil investasi yang Anda dapatkan bisa optimal.

Sisihkan uang lebih yang Anda miliki untuk diinvestasikan kedalam reksadana. Jika perlu Anda bisa melakukan pembelian secara autodebet, sehingga setiap bulan Anda bisa konsisten melakukan pembelian di reksadana.

Jangan lupa juga untuk selalu mengikuti perkembangan dari reksadana yang telah Anda beli. Perhatikan setiap perubahan kebijakan investasi yang dilakukan oleh Manajer Investasi dan pahami imbal hasil yang Anda dapatkan secara rutin. Pelajari reksadana secara perlahan-lahan agar Anda terbiasa.

Pentingnya Memahami Prospektus Reksadana

Dari awal pembahasan kami selalu mengingatkan bahwa prospektus reksadana merupakan salah satu hal yang penting untuk Anda perhatikan dengan baik sebelum mulai berinvestasi di reksadana. Kebanyakan pemula merasa malas untuk membaca prospektus karena isinya sangat banyak dan memakan banyak sekali waktu. Sehingga mereka cenderung mengabaikan isi prospektus dan langsung melakukan pembelian.

Padahal prospektus reksadana memiliki banyak sekali manfaat yang bisa Anda dapatkan. Sebab, melalui prospektus Anda bisa mempelajari dengan baik hal-hal yang berkaitan dengan reksadana yang akan dibeli.

  • Lewat prospektus reksadana, Anda bisa memahami dengan baik setiap kebijakan dan tujuan investasi dari reksadana yang akan dibeli. Hal ini penting Anda perhatikan dikarenakan masing-masing reksadana memiliki tujuan dan kebijakan yang tidak sama antara satu dengan yang lain. Secara garis besar tujuan investasi yang dilakukan bertujuan untuk mendapatkan hasil yang optimal untuk para investor.
  • Anda bisa memahami rekam jejak kinerja dari reksadana yang akan dibeli, prospektus akan memberikan informasi yang berkaitan dengan kinerja yang dihasilkan oleh reksadana dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir. Rekam jejak ini bermanfaat agar Anda bisa menilai kinerja suatu reksadana sebelum melakukan pembelian. Meskipun bisa menjadi pertimbangan, kinerja di masa lalu tidak bisa menjadi patokan dan kesamaan kinerja di masa mendatang.
  • Strategi investasi bertujuan agar hasil investasi yang Anda tanamkan bisa memberikan hasil yang optimal di masa depan. Prospektus reksadana akan menjelaskan secara rinci kemana dana yang Anda miliki akan diinvestasikan. Manajer investasi bisa menginvestasikan dana kedalam saham, obligasi, atau pun pasar uang berdasarkan analisa yang dilakukannya.
  • Saat Anda berinvestasi di reksadana, maka akan ada biaya yang perlu Anda perhatikan dan perlu dikeluarkan saat berinvestasi. Prospektus reksadana akan menjelaskan secara detail beberapa biaya yang perlu Anda keluarkan. Biaya-biaya tersebut meliputi biaya pembelian, biaya penjualan dan, biaya pengalihan.

Itulah pembahasan lengkap berkaitan dengan pengertian reksadana dan berbagai tips penting yang perlu Anda pahami sebelum mulai berinvestasi di reksadana. Kami berharap informasi di atas bisa memberikan tambahan pengetahuan kepada Anda semua yang ingin berinvestasi di reksadana.

Jangan lupa untuk membagikan informasi di atas kepada lebih banyak orang melalui media sosial yang Anda miliki. Agar lebih banyak orang yang paham dengan pengertian reksadana dan berbagai pengetahuan dasar lainnya.

Selamat berinvestasi!

Baca juga Artikel Kami yang lainnya :

Related For Panduan Lengkap Tentang Pengertian dan Cara Memilih Investasi Reksadana